Loading

I made this widget at MyFlashFetish.com.

English French German Spain Italian Dutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

     

Selasa, 16 Oktober 2012

Sistem Komunikasi Indonesia (SKI)

Sistem Komunikasi Indonesia (SKI)


 dosen : Abdul Malik
Materi 1
Pendahuluan
 Sistem Komunikasi Indonesia (SKI) sebagai bagian dari kurikulum jurusan Ilmu Komunikasi mulai diajarkan sejak diputuskannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0223/ U / 1995 tentang Kurikulum Nasional (Kurnas) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang antara lain dianyatakan bahwa Ilmu Komunikasi sebagai program studi.

1. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Yunani, sistema, yang berarti suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich, dalam Nurudin, 2004).
Littlejohn (1999) mengartikan sistem sebagai seperangkat hal-hal yang saling mempengaruhi dalam suatu lingkungan dan membentuk suatu keseluruhan (sebuah pola yang lebih besar yang berbeda dari setiap bagian-bagiannya).

            Menurut Littlejohn, suatu sistem terdiri dari empat hal:

1. Objek-objek. Objek adalah bagian-bagian, elemen-elemen, atau variabel-variabel dari sistem. Mereka bisa jadi berbentuk fisik atau abstrak atau kedua-duanya, tergantung dari sifat sistem.
2. Atribut. Suatu sistem terdiri dari atribut-atribut, kualitas atau properti sistem itu dan objek-objeknya.
3. Hubungan internal, hubungan antara anggota sistem.
4. Lingkungan, suatu sistem memiliki suatu lingkungan. Mereka tidak hadir dalam suatu kevakuman, tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.

            Suatu keluarga adalah suatu contoh yang baik dari suatu sistem. Anggota-anggota keluarga (bapak; ibu; anak; dan sebagainya) adalah objek dari sistem ini. Ciri-ciri mereka sebagai individu adalah atribut-atribut. Interaksi mereka, keluarga membentuk hubungan antara anggota-anggotanya. Keluarga juga eksis dalam lingkungan sosial dan kultural, dan ada pengaruh bersama diantara keluarga dan lingkungannya. Anggota-anggota keluarga bukanlah orang-orang yang terisolasi, dan hubungan mereka haruslah diperhitungkan untuk memahami keluarga sebagai suatu unit.

2. Pengertian Komunikasi
            Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama di sini maksudnya adalah sama makna.
            Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif, para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yaitu:
1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
2. Pesan (mengatakan apa?)
3. Media (melalui chanel/media apa?)
4. Komunikan (kepada siapa?)
5. Efek (dengan dampak/efek apa?).

Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

            Berangkat dari paradigma Lasswell, Effendy (1994) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:

            1. Proses komunikasi secara primer
            Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol). Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.

2. Proses komunikasi sekunder
            Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
            Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dan sebagainya adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dan sebagainya.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dan sebagainya.).

3. Pengertian Sistem Komunikasi
Sistem komunikasi dapat didefinisikan sebagai: “Sekelompok orang, pedoman, dan media yang melakukan suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan, simbol, dan lambang, menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi”
Jika definisi itu dijadikan alat untuk mengamati dunia surat kabar, misalnya, bisa diartikan sebagai: “Sekumpulan orang, alat, mesin, fasilitas, yang bekerja mengolah suatu berita/informasi lain dengan mengolahnya menjadi lembaran-lembaran tulisan guna memproduksi informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya”
Dengan demikian, dalam sistem komunikasi paling tidak harus ada:
                       Sekumpulan unsur (wartawan, karyawan, komputer, mesin, barang, buku, kertas, dan fasilitas yang lain).
2. Tujuan sistem (menyebarkan informasi pada khalayak, membentuk image positif dalam humas, persuasi)
3. Wujud hasil kegiatan atau proses sistem selama jangka waktu tertentu (media cetak, penerbitan interen, press release, dll)
4. Pengolahan data dan/atau energi dan/atau bahan (bahan berita, apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana, diolah menjadi berita straight news atau depth news, kolom, tajuk rencana, artikel, dll)
4. Sistem Komunikasi Indonesia (SKI)
Ilmu komunikasi adalah bagian dari ilmu sosial. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Sistem Komunikasi Indonesia (SKI) menjadi subsistem dari sistem sosial Indonesia. Selanjutnya, sejumlah pihak juga mengatakan bahwa sistem politik itu bagian atau subsistem  dari sistem sosial, sehingga bisa dikatakan sistem komunikasi bagian dari sistem politik, dan sistem politik bagian dari sistem sosial.
Jika digambarkan dalam sebuah lingkaran hubungan antara sistem komunikasi dengan sistem politik dan sistem sosial adalah sebagai berikut:

Berdasarkan gambar tersebut, maka corak sistem komunikasi dalam masyarakat Indonesia akan sangat ditentukan oleh corak, bentuk, dan keragaman masyarakat Indonesia itu sendiri. Misalnya, jika dalam sistem sosial itu dikenal budaya ewuh pakewuh, sungkan, maka sistem komunikasi juga akan mencerminkan budaya seperti itu. Misalnya, ketika proses komunikasi berlangsung, ada perasaan tidak enak untuk mengkritik atasannya sendiri. Ini artinya, proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh lingkup sosial yang mempengaruhi seseorang.
Sistem Komunikasi Indonesia (SKI) memiliki cakupan yang amat luas. Namun secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Ditinjau dari segi wilayah geografis, sistem komunikasi dibagi dua, sistem komunikasi di pedesaan dan di perkotaan. Di desa sistem komunikasi  sangat dipengaruhi oleh  opinion leader (pemimpin opini, pemuka pendapat). Sedangkan sistem komunikasi di kota amat dipengaruhi oleh keberadaan media massa mengingat masyarakat kota lebih individual dibanding masyarakat di desa.
2. Ditinjau dari media yang digunakan, ada sistem media cetak (koran, majalah, tabloid, dll), elektronik (televisi dan radio), media tradisional (wayang, ketoprak, cerita rakyat, dll), alat bunyi-bunyian (kentongan, beduk, dll), nyanyian rakyat, dll.
3. Ditinjau dari pola komunikasinya, ada sistem komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antarpersona,  komunikasi kelompok, dan komunikasi massa.
5. Mengapa Perlu Mempelajari SKI?

                       Perkembangan teknologi yang kian pesat di Indonesia akan terus mengubah pola arus informasi yang berkembang, sehingga membutuhkan kajian yang intens.
2. Indonesia adalah negara multietnis, sehingga memungkinkan masing-masing daerahnya memiliki ciri khas tersendiri dalam konteks sistem komunikasinya.
3. Meski perkembangan teknologi komunikasi begitu pesat, tetapi mayoritas masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan. Ini mengakibatkan perkembangan media massa tidak selamanya bisa dimanfaatkan di desa. Karena itu, ciri komunikasi yang berkembang di desa berbeda dengan di kota, sehingga membutuhkan peran pemimpin opini, penyuluh pembangunan, juru penerang desa, dll., dalam mempengaruhi sistem komunikasi di pedesaan.
4. SKI adalah bahasan yang kompleks dan melibatkan banyak hal. Karena itu ia tak bisa dibahas secara sekilas dan dimasukkan dalam bahasan mata kuliah tertentu. Melainkan perlu pembahasan dalam mata kuliah tersendiri bahkan menjadi kajian yang lebih mendalam.
5. SKI jelas berbeda dengan sistem komunikasi di negara lain. Perbedaan tersebut juga dilatarbelakangi oleh kondisi sosial, politik, budaya yang dikembangkan oleh masing-masing negara. Itu artinya bahwa sistem budaya masyarakat Infdonesia, misalnya, akan memberi warna dan corak sistem komunikasinya.

Bersambung Minggu Depan
Selamat Belajar…………..!

 Download format pdf klik :


Post by (abenk)

0 komentar:

Poskan Komentar