Di Gedung DPR RI

Kunjungan di DPR RI

5 Berandal

Berpose bareng dengan 5 Berandal ::.

Kunjungan di DPR RI photo bareng

Gw super exist bersama temen-temen di gedung DPR RI.

Loading

I made this widget at MyFlashFetish.com.

English French German Spain Italian Dutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

     

Selasa, 26 Februari 2013

8 Cara Menghemat Konsumsi Baterai Kamera Digital

8 Cara Menghemat Konsumsi Baterai Kamera Digital

 

Baterai bagi kamera itu ibaratnya jantung dalam tubuh kita dan akan ada situasi dimana kita butuh strategi tertentu agar bisa menghemat konsumsi baterai kamera digital. Misalnya saat bepergian ke tempat dimana colokan listrik tidak ada dan kita hanya membawa baterai cadangan yang terbatas: mendaki gunung, pergi ke daerah pelosok yang belum ada listrik. Atau saat memotret momen penting dan ternyata indikator baterai di kamera sudah mulai berkurang banyak sementara acara masih jauh dari selesai. Atau saat kita benar-benar kelupaan membawa charger  atau baterai cadangan sementara mau beli juga tidak memungkinkan.
Recharging
Dalam situasi seperti ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya konsumsi baterai lebih hemat dan baterai bisa lebih tahan lama. Sepanjang produsen kamera digital belum memanfaatkan teknologi panel surya untuk kamera mereka (mimpi), lakukan 8 cara dibawah ini agar konsumi baterai lebih awet, kecuali kalau anda ingin pulang lebih awal:

1. Matikan Auto Fokus dan Gunakan Manual Fokus Saja

Cara ini khusus bagi anda pemakai kamera DSLR atau mirrorless (selama kamera anda memiliki fitur manual fokus dan memiliki focusing ring di lensa). Perlu diingat bahwa saat autofokus aktif, maka setiap kali kita memencet tombol shutter release separuh kamera akan memerintahkan lensa untuk mencarai fokus dan secara mekanis lensa akan berputar mengunci titik fokus. Dengan mematikan sistem autofokus kamera, maka kita bisa membuat kamera berdiet listrik. Pastikan anda tahu cara menggunakan manual fokus.

2. Sesedikit Mungkin Menyalakan Layar LCD

Kamera membutuhkan banyak energi listrik untuk menyaakan layar LCD yang ukurannya sekitar 3 inchi itu, untuk itu kalau anda tidak benar-benar membutuhkannya, jangan nyalakan layar LCD. Gunakan viewfinder untuk membidik dan tidak usah sering-sering mengecek hasil jepretan anda di layar LCD dan jangan gunakan live view.

3. Matikan Image Stabilizer/Vibration Reduction

Dengan mematikan IS/VR kita bisa memperpanjang konsumsi baterai sampai 20% lebih lama. Image stabilizer/vibration reduction membutuhkan banyak energi untuk menggerakkan elemen-elemen didalam lensa untuk memerangi shake sehingga foto lebih tajam. Memang sayang kalau fitur ini dimatikan, tapi jauh lebih sayang kalau kita mendadak harus berhenti memotret dan memasukkan kamera ke tas lalu pulang.

4. Naikkan ISO Dan Kurangi Flash

Built in flash yang ada di kamera akan sangat memboroskan baterai saat dipakai. Kalau prioritas anda sedang menghemat baterai, naikkan setting ISO supaya kebutuhan akan flash bisa dikurangi. Atau kita bisa mematikan flash sama sekali agar lebih hemat baterai lagi.

5. Memotret Lebih Selektif

Kalau sedang bekelimpahan sih kita bisa bebas saja memotret apapun yang kita pikir menarik, tanpa pandang bulu. Namun saat dituntut agar baterai bisa survive, memotretlah dengan lebih selektif. Pikirkan betul-betul apakah jepretan ini sesuai kriteria dan fokuslah pada apa yang benar-benar sesuai dengan tujuan utama.

6. Matikan Kamera Setiap Kali Selesai Memotret

Setiap kamera memiliki fitur auto turn off alias mati dengan sendirinya saat tidak dipakai. Jangan tunggu sampai mereka mati sendiri, setiap kali selesai memotret meski hanya satu jepretan, langsung matikan.

7. Matikan Sensor Cleaning

Beberapa kamera memiliki fitur bernama sensor cleaning, dan sensor ini akan aktif setiap kali kita menyalakan atau mematikan kamera. Matikan sensor cleaning dari dalam menu kamera sehingga setiap kali kita menyalakan dan mematikan kamera, mereka tidak akan diaktifkan sehingga lumayan bisa menghemat konsumsi baterai.

8. Matikan Auto Review

Baik kamera DSLR ataupun pocket memiliki fitur bernama auto review. Pada intinya setiap kali selesai mengambil foto, kamera akan menampilkan hasil jepretan anda di layar LCD untuk sekejap sehingga kita bisa mengamati hasil fotonya. Matikan fitur ini, cek buku manual anda untuk mengetahui cara mematikan fitur ini.



Sumber : BelajarFotografi.com


Post by (abenk)
Reade more >>

Mengenal Arah Cahaya photography

Mengenal Arah Cahaya

 

Dalam fotografi, darimana arah cahaya jatuh ke subyek akan sangat mempengaruhi bagaimana foto terlihat. Arah cahaya menentukan karakter cahaya itu sendiri sekaligus menentukan kesan dan dimensi yang ingin di timbulkan pada subyek sehingga secara keseluruhan membentuk foto kita. Arah cahaya, baik alami (sinar matahari) maupun dari sumber cahaya buatan (flash) bisa dibagi menjadi lima, yakni front light, back light, top light dan side light. Mari kita bahas satu persatu:

Front Light (Cahaya Depan)

Front light arah cahaya
Front light artinya sumber cahaya ada di depan subyek yang di foto sehingga biasanya sumber cahaya ada di belakang kamera kita. Cahaya depan bisa datang lurus terhadap subyek, seperti kalau kita menghadap ke matahari saat sunrise di pantai. Cahaya depan juga bisa membentuk sudut, seperti saat kita menghadap matahari jam 10 siang. Dengan flash, kita bisa membuat front light tepat di depan wajah atau membentuk sudut terhadap wajah. Mayoritas foto dihasilkan dengan sumber cahaya yang ada di depan subyek.

Side Light (Cahaya Samping)

Dune
Cahaya mengenai subyek dari samping kiri atau kanan. Cahaya samping ini memberi kesan dimensional yang kuat sehingga banyak dipakai pada foto arsitektur atau landscape pada foto diatas. Pencahayaan dari samping juga akan menguatkan tekstur sebuah subyek seperti bisa anda lihat pada permukaan gurun diatas. Juga kalau memotret wajah, jerawat akan makin diperkuat kalau kita menggunakan side light. Foto side light biasanya akan bagus saat dipakai memotret hitam putih.

Back Light (Cahaya Belakang)

Back light terjadi saat kita memotret subyek dengan sumber cahaya yang berasal dari belakangnya, dengan kata lain sumber cahaya ada didepan kamera namun dibelakang subyek. Saat kita memotret sebuah subyek yang membelakangi matahari, misalnya memotret teman yang menghadap ke timur pada jam 4 sore maka akan terjadi back light. Dengan membelakangi sumber cahaya, seringkali kita menghasilkan siluet seperti dibawah ini:
where gravity got lost
Mayoritas foto backlight akan menonjolkan bentuk dan profil sebuah subyek foto.

Cahaya Atas (Top Light) dan Down Light

Cahaya atas atau bawah jarang kita pakai karena menghasilkan foto yang kurang bagus, contoh foto top light adalah saat kita memotret saat jam 12 siang. Foto wajah yang dibuat jam 12 siang akan menghasilkan bayangan kantong mata yang membuat tampang teman kita terlihat jelek.
Top light arah cahaya 



Sumber : BelajarFotografi.com


Post by (abenk)
Reade more >>

Foto Makro: Maksimalkan Ruang Tajam Dengan Focal Plane Sejajar Subyek

Foto Makro: Maksimalkan Ruang Tajam Dengan Focal Plane Sejajar Subyek

 

Salah satu tantangan terbesar dalam foto makro adalah cara memaksimalkan depth of field atau ruang tajam. Dengan jarak antara ujung depan lensa dan subyek yang sangat dekat, memaksimalkan depth of field adalah tantangan tersendiri.

Kenapa harus memaksimalkan ruang tajam?

Karena kita tidak ingin foto makro kita tampak blur dan tidak tajam ditempat yang tidak semestinya. Memotret bunga secara makro, kita ingin agar kalau bisa seluruh bagian kelopak bunganya tampak tajam meskipun background dan tangkai bunga boleh saja tampak blur.
Lensa makro 1
Ruang tajam semakin sempat saat kita makin mendekatkan subyek dengan lensanya.

Posisi relatif subyek terhadap bidang lensa

Dalam contoh foto dibawah ini kita bisa melihat bagaimana posisi relatif bidang subyek terhadap bidang lensa (focal plane) mempengaruhi ruang tajam foto dalam setiap setting aperture. Perhatikan bagaimana semakin sejajar kedua bidang tersebut makin maksimal ruang tajamnya:
Saat subyek tegak lurus dengan bidang lensa:
Ruang tajam makro 1
Saat subyek membentuk sudut terhadap bidang lensa:
Ruang tajam makro 2
Saat subyek benar-benar sejajar dengan bidang lensa:
Ruang tajam makro 3 


Sumber : BelajarFotografi.com


Post by (abenk)
Reade more >>

Kamera Mirrorless Terbaru Nikon: Nikon 1 J2

Kamera Mirrorless Terbaru Nikon: Nikon 1 J2

 

Nikon per hari ini secara resmi mengumumkan kamera mirrorless terbaru mereka, Nikon 1 J2. Peluncuran kamera ini juga ditandai dengan rilis lensa 1 Nikkor 11-22.7.5mm F/3.5-5.6 sebagai pelengkap sistem lensa Nikon 1.
Nikon 1 J2
Nikon j2 mirrorless
Nikon 1 J2 memperbaiki kinerja generasi kamera mirrorless Nikon sebelumnya: Nikon 1 J1, dengan tambahan baru yang diberi nama Creative Mode dimana kita bisa memberi efek-efek menarik pada foto. Perbaikan lainnya adalah peningkatan resolusi layar LCD, desain baru yang menggunakan sentuhan metalik dengan beberapa variasi warna menarik ngejreng.
Khusus mengenai Creative Mode, Nikon menambahakan tombol khusus dibelakang. Dengan memencet tombol ini kita bisa memotret dalam beberapa mode: panorama, miniatur, soft focus, night landscape, backlit dan night portrait.
Layar LCD Nikon J2 masih berukuran 3 inchi namun resolusinya menjadi ditingkatkan dari 460K menjadi 921K. Warna kamera sendiri sekarang menggunakan sentuhan metalik dengan pilihan warna baru: orange dan merah menyala disamping pilihan warna lama di Nikon J1 yang putih, hitam, perak dan pink (wuhui..).
Spesifikasi lain relatif tidak berubah dari generasi sebelumnya. Nikon J2 masih menngunakan sensor kecil CMOS berformat CX berukuran 1 inchi dengan resolusi 10.1 Megapiksel. Mampu merekam vide full HD 1080p dan dengan mode burst (continous) sampai 10 frame per detik.
perbandingan ukuran sensor mirrorless
Nikon tampak mengambil pilihan yang sangat berbeda dibanding produsen lain mengenai kamera mirrorless. Produsen lain seperti Canon dan Sony dengan kamera mirrorless bersensor besar (APSC) serta sistem micro four third yang banyak dipuji, Nikon justru mengeluarkan kamera mirrorless dengan ukuran sensor yang mirip kamera pocket (lihat perbandingan ukuran sensor diatas). Kalaupun Nikon pada akhirnya harus mengubah ukuran sensor, mereka harus mempertimbangkan ekosistem lensa 1 Nikkor yang sudah terlanjur dipasarkan.

Lensa 1 Nikkor 11-27.5 mm f/3.5-5.6

Nikkor1 11 27mm1
Lensa ini memiliki 2.5x zoom serta memiliki focal length efektif 30-74mm (35mm ekuivalen). Tersedia dalam dua pilihan warna; hitam dan putih.

Harga dan Ketersedian

Sejauh ini pengumuman resmi Nikon menyebut bahwa kamera mirrorless Nikon J1 ini akan dijual dengan lensa kit 10-30 mm f/3.5-5.6 dan dibandrol di harga US$ 550. Harga ini jauh lebih murah (100 US$) dibanding harga Nikon J1. Sementara untuk lensa Nikkor 11-27 mm yang baru dirilis akan dibandrol dengan harga jual US$ 190. Kamera mirrorless terbaru Nikon ini mulai tersedia dipasaran pada bulan September 2012.


Sumber : BelajarFotografi.com


Post by (abenk)
Reade more >>

Ranking Kamera DSLR Nikon Berdasar Skor DxOMark



Ranking Kamera DSLR Nikon Berdasar Skor DxOMark




DxOMark adalah salah satu nama terpercaya untuk membandingkan kualitas sensor dalam sebuah kamera. Rating yang dikeluarkan DxOMark untuk kualitas sensor sebuah kamera selalu ditunggu. Kalau DP Review menilai sebuah kamera secara kualitas keseluruhan (harga, kehandalan, kecepatan dll), maka DxOMark lebih secara kuantitas berdasarkan pengujian karakteristik sensor di lingkungan laboratorium (DxOMark adalah produk dari lab DxO).
Kamera dslr nikon
Berikut ini rating untuk kamera DSLR Nikon dari DxOMark sampai dengan Januari 2013. Ranking dinilai dari skor keseluruhan. Namun penting juga untuk melihat skor per kategori: untuk foto portrait adalah skor warna, untuk landscape adalah skor dynamic range sementara untuk sports adalah kinerja di ISO tinggi, makin tinggi skor makin bagus kualitas sensornya. Silahkan:

Peringkat Pertama, Nikon D800E

  • Skor keseluruhan : 96
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 25,8
  • Skor landscape (dynamic range) : 14,3
  • Skor sports (ISO low lights) : 2979

Peringkat Kedua, Nikon D800

  • Skor keseluruhan : 95
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 25,3
  • Skor landscape (dynamic range) : 14,4
  • Skor sports (ISO low lights) : 2853

Peringkat Ketiga, Nikon D600

  • Skor keseluruhan : 94
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 25,1
  • Skor landscape (dynamic range) : 14,2
  • Skor sports (ISO low lights) : 2980

Peringkat Keempat, Nikon D4

  • Skor keseluruhan : 89
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 24,7
  • Skor landscape (dynamic range) : 13,1
  • Skor sports (ISO low lights) : 2955

Peringkat Kelima, Nikon D3X

  • Skor keseluruhan : 88
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 24,7
  • Skor landscape (dynamic range) : 13,7
  • Skor sports (ISO low lights) : 1992

Peringkat Keenam, Nikon D5200

  • Skor keseluruhan : 84
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 24,2
  • Skor landscape (dynamic range) : 13,9
  • Skor sports (ISO low lights) : 1284

Peringkat Ketujuh, Nikon D3S

  • Skor keseluruhan : 82
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 23,5
  • Skor landscape (dynamic range) : 12
  • Skor sports (ISO low lights) : 3253

Peringkat Ke-8, Nikon D3200

  • Skor keseluruhan : 81
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 24,1
  • Skor landscape (dynamic range) : 13,2
  • Skor sports (ISO low lights) : 1131

Peringkat Ke-9, Nikon D3

  • Skor keseluruhan : 81
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 23,5
  • Skor landscape (dynamic range) : 12,2
  • Skor sports (ISO low lights) : 2290

Peringkat Ke-10, Nikon D700

  • Skor keseluruhan : 80
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 23,5
  • Skor landscape (dynamic range) : 12,2
  • Skor sports (ISO low lights) : 2303

Peringkat Ke-11, Nikon D7000

  • Skor keseluruhan : 80
  • Skor portrait (warna, bit depth) : 23,5
  • Skor landscape (dynamic range) : 13,9
  • Skor sports (ISO low lights) : 1167

Sumber : BelajarFotografi.com


Post by (abenk)
Reade more >>

Orang ini Memotret Setiap Hari Selama 18 Tahun

Orang ini Memotret Setiap Hari Selama 18 Tahun



Jamie Livingston bukanlah orang terkenal, dia adalah pemain sirkus sekaligus fotografer dan pembuat film yang berbasis di New York. Keistimewaan seorang Jamie? Dia memotret setiap hari menggunakan kamera polaroidnya selama 18 tahun.
Jamie livingston 4
Menggunakan sebuah kamera Polaroid SX-70, dia memotret sejak 31 Maret 1979 sampai hari dia meninggal tanggal 25 Oktober 1997 (Jamie meninggal karena tumor otak), setiap hari Jamie akan mengeluarkan kamera kesayangannya tersebut untuk mengambil foto. Foto-foto Jamie kebanyakan mengabadikan kehidupan sehari-hari yang dijalaninya, mirip dengan kita yang sering menggunakan handphone untuk memotret peristiwa sehari-hari.
Polaroid sx70
Anda bisa membaca lebih jauh tentang orang berdedikasi luar biasa tersebut di wikipedia.
Setalah kematiannya, teman dekat Jamie, Hugh Crawdford men-scan dan mengupload foto-fotonya yang jumlahnya lebih dari 6000 tadi ke Picasa. Berikut beberapa karya Jamie, karya lebih lengkapnya bisa anda lihat disini.Jamie livingston 2
Jamie livingston 3
Jamie livingston 1 

Sumber : Belajar Fotografi.com



Post by (abenk)
Reade more >>

Kamis, 29 November 2012

Memahami Mode Auto Fokus Kamera DSLR

Memahami Mode Auto Fokus Kamera DSLR

 

Saat ini hampir semua kamera DSLR dilengkapi dengan beberapa pilihan cara kamera melakukan autofokus (autofocus mode). Memotret vas bunga yang diam diatas meja tentu membutuhkan cara autofokus yang berbeda dengan memotret anak kecil yang sedang menggiring bola dilapangan. Sengaja pembahasan kali ini mengenai autofokus dan bukan manual fokus supaya tidak terlalu panjang.
continous autofcus
Saat memotret benda diam, kita biasanya menggunakan satu titik fokus, mengunci fokus sekali baru memotret. Namun saat memotret benda/orang yang selalu bergerak berpindah posisi, kita butuh kamera yang mampu memindahkan titik fokus secara otomatis mengikuti seubyek tersebut. Berita bagusnya, kamera DSLR dilengkapi dengan fitur tersebut. Mari kita bedah satu persatu:

Mode Autofokus Single Area

Di kamera DSLR Canon dinamai “One Shot AF” sementara di kamera DSLR Nikon dinamai “Single Area AF”. Dari namanya cukup jelas bahwa kita memilih satu titik fokus lalu kamera akan mencari kontras di satu area titik fokus tersebut. Saat kita memencet separuh tombol shutter atau memencet tombol AF-On (jika menggunakan kamera DSLR yang memiliki tombol AF-On terdedikasi), kamera akan mengunci fokus di titik tersebut sekali. Jika subyek berpindah posisi dan meskipun kita tetap pencet separuh tombol shutter, kamera tidak akan memindahkan fokus secara otomatis.
Dalam mode ini, kita tidak akan bisa memencet penuh shutter (mengambil foto) sebelum kamera bisa mengunci titik fokus. Namun ketentuan ini bisa diakali lewat pengaturan di menu autofocus dan mengatur focus priority.
Img 02

Mode Autofokus Continuous/AI Servo

Mode ini dikamera DSLR Nikon dinamai “Continuous/AF-C” sementara di Canon dinamai “AI Servo”. Mode ini digunakan saat kita harus mengikuti sebuah subyek foto yang terus berpindah posisi, misalnya saat kita memotret sport, binatang atau mobil yang sedang melaju.
Dalam mode ini, kamera akan menganilis pergerakan subyek dan memprediksi kemana arah gerak si subyek dengan menempatkan titik fokus sedikit mendahului keberadaan subyek. Dengan mode Continuous, kita bisa mengikuti pergerakan subyek dan mendapatkan fokus yang tajam. Caranya adalah dengan terus memencet separuh tombol shutter sambil membidik pergerakan subyek atau dengan terus memencet tombol AF-On dengan jempol (jika ada).

Mode Autofokus Hybrid/Campuran Antara Single & Continuous

Di kamera DSLR Canon dinamai “AI Focus” sementara di Nikon dinamai “AF-A”. Merupakan mode fokus campuran antara single dan Continuous dimana kamera akan secara mengganti fokus dari single ke continous atau sebaliknya sesuai kondisi subyek foto. Jika yang difoto diam kamera akan memakai Single sementara saat obyek bergerak kamera akan berganti ke mode Continuous.
Tidak semua jenis kamera DSLR memiliki mode ini. Bagi pemula, pilihan mode ini sebenarnya lumayan membantu karena tidak perlu mengganti-ganti mode fokus.

Mode Autofokus Mana Yang Sebaiknya Anda Pakai?

Kesimpulan yang sebenarnya cukup gampang:
  1. Saat memotret benda diam atau orang yang berpose silahkan gunakan mode Single
  2. Saat memotret benda bergerak secara konstan, gunakan mode Continuous
  3. Untuk keperluan sehari-hari, anda bisa meninggalkan kamera secara default di posisi continous mode atau mode hybrid. Baru saat kamera tidak bisa mengunci fokus di mode Continuous , misal saat memotret di kondisi agak gelap silahkan pindahkan ke mode Single.
  4. Bagi pemula yang tangannya masih belum terlalu lincah mengganti-ganti mode fokus secara cepat, anda bisa menggunakan mode hybrid (jika memang dikamera ada).

Bagaimana Cara Mengganti Mode Fokus?

Cara mengganti mode fokus tidak sama dari satu kamera ke kamera lain. Untuk itu saya sarankan cek di manual masing-masing. Di kamera Nikon D300s/D700, anda bisa menemukan pengait kecil yang ada dibagian depan sebelah kiri mount lensa: AF-S, AF-C dan M (amanual). Sementara di Canon (misal EOS 60D), anda bisa menganti mode fokus dengan memencet tombol AF dibagian atas kamera lalu akan muncul pilihan mode fokus di panel LCD atas. 


Selamat Mencoba. .!!

Sumber : BelajarFotografi



Post by (abenk)
Reade more >>