Loading

I made this widget at MyFlashFetish.com.

English French German Spain Italian Dutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

     

Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2012

Apakah Komisivirtual.com Penipu ?

Komisivirtual.com Penipu ?
 STOP!! JANGAN BERFIKIR NEGATIF DULU SEBELUM MENCOBANYA !!

Pernahkah Anda berfikir bahwa :Bisnis internet == penipuan?Bisnis online == MLM?

STOP!! JANGAN BERFIKIR NEGATIF DULU !!
Bisnis Online (bisnis yang dilakukan melalui internet) tidak selamanya MLM (Multi Level Marketing), arisan berantai ataupun money game, apalagi penipuan!!
Faktanya banyak sekali ladang bisnis online yang bisa Anda garap dari internet. Mulai dari bisnis pemasangan iklan, bisnis penulisan artikel, bisnis penjualan barang, bisnis pengadaan jasa, bisnis affiliasi, dan sebagainya. Hanya saja mungkin beda cara bekerjanya (tidak harus tatap muka).
Jadi kalau ada yang bilang “bisnis online itu fiktif, bisnis online itu 100% penipuan, bisnis online itu begini begitu”, bisa dikatakan mungkin mereka itu :
1. Belum pernah berbisnis online
     – hanya berpikiran negatif terus dan tidak pernah mencoba


2. Pernah berbisnis tetapi tidak memakai cara dan teknik yang benar

     – sehingga rugi dan menyalahkan bisnis online, padahal mereka yang salah


3. Berbisnis online dengan cara yang benar tetapi tidak serius

     – tidak mungkin bisa sukses kalau tidak serius


4. Serius tapi tidak punya guru / mentor

     – sehingga bingung di tengah jalan


5. Sebetulnya mereka sudah sukses tapi tidak ingin banyak saingan

     – karenanya mereka menakut-nakuti Anda supaya tidak banyak saingan
Sebenarnya tidak ada bedanya antara bisnis dunia nyata dengan bisnis online (dunia maya), hanya saja medianya yang membedakan : JANGAKUANNYA GLOBAL.
Saya tidak sedang berbicara tentang money game, tidak juga arisan berantai dan investasi online, tapi saya berbicara tentang bisnis PTC, bisnis PPC, bisnis GPT, bisnis affiliasi, dan bisnis-bisnis yang halal, legal, elegan dan terhormat lainnya yang bisa Anda lakukan via internet.
Bisnis-bisnis tersebut semuanya bisa dilakukan oleh siapa saja. Oleh Anda, kakak, adik, teman, kekasih orang tua, dan sebagainya. Anda, bahkan perusahaan Anda, bisa menjadikan internet sebagai ladang uang, sebagaimana ratusan ribu orang lainnya pun bisa, sebagaimana ratusan ribu perusahaan lainnya pun bisa.
Yang jadi masalah hanyalah :  

Bagaimana Caranya?
Bagaimana memanfaatkan internet sebagai ladang bisnis yang menjanjikan?
Bagaimana menciptakan website yang bisa membantu Anda berbisnis?
Bagaimana cara memanfaatkan waktu luang Anda dengan efektif dan terbukti menghasilkan uang?
Bagaimana menghadpi information overload?
Solusinya? Belajar! Pelajari hal-hal tersebut di atas,dan mulailah bekerja! Jangan hanya bermimpi di siang hari. Pelajari dari sekarang cara-caranya. Belajar adalah langkah pertama yang perlu Anda lakukan. Jangan ragu luangkan banyak waktu, uang dan tenaga untuk belajar. Jika tidak, Anda justru akan rugi mengeluarkan uang yang berlipat ganda..!
Lalu setelah Anda tahu apa saja yang perlu dilakukan, tambahkan dengan mengetahui apa-apa saja bisnis yang bisa dijalankan dalam kondisi Anda saat ini (sesuai modal, skill, dll), plus pelajari teknik-teknik dalam menjalankannya. Setelah itu praktekkan.
Maka jadilah Anda seorang pebisnis online.
Tidak susah kan?
Sekarang masalahnya hanyalah Anda mau belajar atau tidak?

saya perkenalkan kepada anda Sebuah konsep baru, sederhana dan terpercaya yang akan memberikan anda penghasilan instant melimpah dari internet. Saya hanyalah salah satu member yang mengikuti  Bisnis bukan pemilik atau Adminstrator di bisnis ini dan sudah merasakan kehebatan dari bisnis yang saya geluti saat ini
Pertama-tama saya ingin tegaskan kepada anda bahwa Bisnis ini:

·         Bukan MONEY GAME
·         Bukan HYIP
·         Bukan Skema Piramid
·         Bukan PROGRAM INVESTASI
·         Bukan Arisan Berantai
·         Bukan MLM
·         Bukan Adsense
·         Bukan Adbrite
·         Bukan Network Marketing
·         Bukan Smart Machine System
·         Bukan Pay Per Click
·         Bukan Forex
·         Bukan Hack Gold
·         Bukan Binary System
·         Bukan Investasi Dinar
·         Bukan Bisnis Pulsa
·         Bukan Spillover System
·         Bukan Matrix System
·         Bukan Reksadana
·         Bukan Klenik / Dukun
·         BUKAN TIPU-TIPU
 
Tahukah anda sudah banyak orang yang telah mengetahui dan banyak juga yang belum tahu rahasia sukses menjadi jutawan  hanya dengan mengandalkan rahasia uang internet, dan sekarang saatnya anda menjadi salah satunya! saya mengajak anda untuk mau maju dan berhasil bersama saya dengan menerapkan sebuah system ampuh yang sudah teruji mampu menghasilkan uang jutaan rupiah, 

Saya perkenalkan kepada anda Sistem komisi virtual

Sistem komisi virtual  adalah sebuah sistem otomatis di media virtual yang telah di ciptakan agar kita bisa punya sumber income virtual sendiri. Lebih dari itu, dengan sistem ini anda bisa mendatangkan profit menerus hanya dengan sedikit kerja

- sistem komisi virtual terdiri dari beberapa “produk + web penghasil uang otomatis siap pakai” yang tersusun dengan strategi marketing sedemikian rupa sehingga anda bisa gunakan untuk hasilkan profit dari internet dan facebook dengan lebih cepat. 

- sistem komisi virtual ini bukan seperti metode mencari uang yang pernah anda lihat sebelumnya. Anda akan temukan bagaimana anda bisa mendapatkan profit dengan begitu praktisnya, bahkan anda tidak akan percaya jika cara menjalankannya sangat sangat amat sederhana!

Hal yang sangat menarik dan yang membedakan dengan yang lain adalah setiap orang yang nantinya
join melalui web anda, maka anda berhak mendapatkan komisi / transfer saat itu juga sebesar :

Tidak perlu menunggu uang gaji di akhir / awal bulan

kapanpun anda bisa mendapatkan uang lewat bisnis ini, bayangkan saja jika dalam sehari anda bisa mengajak minimal satu orang saja maka uang anda dalam jangka waktu sebulan 50.000X30= Rp ;1.500.000.00. itu baru seorang sehari kalau 2 , 3 atau lebih Waw!!! fantastic bukan...
Ayo..Jangan menunda kesempatan yang ada didepan mata, bertindaklah untuk menggapai impian yang ada didepan mata anda sekarang. untuk cara mendaftar {KLIK JOIN}

sarat & ketentuan bener-bener berlaku. . .!! 


Post by (abenk)
Reade more >>

Tips Sukses Bisnis Online

Bisnis Online Facebook & Internet  Menguntungkan
 

 

BACA DAN CERMATI TIPS SUKSES : Mungkin semua orang beranggapan selalu negativ terhadap bisnis/usaha online. mungkin karena usaha online selalu mengada-ngada dan terlalu banyak cybercrime (penjahat dunia maya) penipu antara lainnya..
tapi di sini saya sangat senang dengan adaanya usah online seperti ini,, karena modal sedikit wktu itu saya hanya mengeluarkan Rp.75.000 dengan begitu saya dapat memiliki akun member dari usaha ini. .
mengkin pembuktian ini terlalu kurang atau terlalu singkat akan tetapi saya jg menjadi member melalui seseorang yg sudah mendahului menjadi member usaha ini yg memberikan bukti tertulis di catatan rekeningnya bertambah setiap mendapat kan member baru ia mendapatkan komisi sebesar Rp.50.000/1org, jika sehari saja kita mendapatkan 10org berarti kita tinggal mengkalikan 10 x 50.000 = Rp.500.000/hari. .  Clik to join :  {KLIK UNTUK INFO LEBIH LANJUT}

pasti semua bertanya tentang kerja dari usaha ini??
semua penghasilan pasti butuh kerja dengan baik,, tapi ini merupakan pekerjaan sampingan yg hanya butuh duduk manis saambil ngopi + facebookan dan promote ke dinding facebook dari pada facebookan yg gak begitu jelas mending kita promote sponsor diri sendiri ke facebook begitu mudah dan mendapatkan untung jika ada yg tertarik menjoin/menjadi member. .

 

saya sendiri saat ini menekuni usaha cuma-cuma ini dengan modal sedikit tapi menghasilkan banyak dengan kerja yg tidak seberapa berat cukup promote & dari mulut ke mulut,, biarpun kita gagal mendapatkan member tenang saja di sini akan ada GARANSI 100% (NYATA). .!!
apa maksud dari GARANSI 100% (NYATA) di sini pengelola situs ini memberikan jaminan terhadap semua membernya apabila membernya tidak bisa mencari joinan member pengelola akan mengembalikan 100% modal awalnya di bulan 13 atau 1 tahun tidak mempunyai member joinan. misalnya kita awal buka member sebesar Rp.75.000 maka akan di kembalikan dengan nominal sebesar Rp.75.000 juga. .  
Clik to join :  {KLIK UNTUK INFO LEBIH LANJUT}

disini saya dan teman-teman bersaing untuk mendapatkan yg terbaik di usaha ini hitung.hitung belajar mencoba usah. .!!
tidak perlu takut saya dan temen saya sudah mempunyai bukti kuat maka dari itu saya mengembangkan promosi ini hingga post ke blog saya ini karena melihat persaingan semakin seru. .!!

jadi mejadilah orang cerdik untung menggeluti usaha online dan terus ber waspada terhadap PENIPUAN dan harus mempunyai bukti ketika mau mengikuti usah online. .!!

Tidak ada salahnya kita mencoba menjadi yg terbaik. .!!

Clik to join :  {KLIK UNTUK INFO LEBIH LANJUT}
Reade more >>

Selasa, 01 Mei 2012

Melihat Awal Perang Dunia

Melihat Awal Perang Dunia…

KOMPAS.com — Hanya segelintir orang yang masih bisa mengisahkan bagaimana Perang Dunia II dimulai. Mereka yang bertahan hidup menuturkan bagaimana kapal perang Jerman, Schleswig-Holstein, mulai melepaskan tembakan ke sebuah benteng Polandia di Semenanjung Westerplatte, 1 September 1939 pukul 04.47.
1259161p
File foto 8 September 1939 menunjukkan tentara Jerman memeriksa puing-puing pesawat Polandia yang ditembak jatuh oleh pilot Jerman selama Perang Dunia II.
”Saya mengambil teleskop dan melihat ke arah kanal, ke kanan lalu ke kiri, lalu ke arah kapal yang sandar di pantai. Saat itu, saya melihat kilatan merah dan tembakan pertama menghantam gerbang,” ujar Ignacy Skowron (94).
Waktu itu, Kopral Skowron baru berusia 24 tahun. Dia adalah salah seorang dari 182 tentara Polandia yang mempertahankan depot transit militer di Westerplatte melawan sekitar 3.400 tentara Jerman.
”Saya langsung mengambil senapan mesin. Kami mendapat perintah dan mulai menyerang balik. Kapal perang itu lalu berlayar ke kanal dan mulai menembakkan meriam demi meriam ke arah kami,” kata Skowron.
Pada hari kedua, lanjut Skowron, sudah tiga serangan diluncurkan Jerman sebelum tengah hari. Tak lama kemudian, pesawat tempur mulai berdengung di atas mereka. ”Jerman mulai menjatuhkan bom. Rumah penjaga nomor lima hancur lebur. Lima tentara tewas,” ujarnya.
Para tentara Polandia berhasil bertahan selama enam hari berikutnya. Selain menghadapi tembakan, mereka juga berjuang melawan dingin, lapar, dan kantuk karena tidak tidur selama tujuh hari.
Dari 3.400 tentara Jerman, sebanyak 200-400 orang tewas. Sementara itu, dari 182 tentara Polandia, hanya 15-20 orang tewas.
Skowron ingat ketika komandan pasukan Jerman, Jenderal Friedrich Eberhardt, mengatakan kepada komandan pasukan Polandia, Mayor Sucharski, bahwa jika dia memiliki pasukan seperti tentara Polandia, dia bisa memerangi seluruh dunia.
Simbol
Perang Dunia II menyisakan penderitaan mendalam di Polandia. Sekitar enam juta nyawa melayang, separuh di antaranya orang Yahudi. Kendati menyakitkan, perang itu juga membangkitkan kebanggaan.
”Westerplatte adalah simbol kepahlawanan dan pertahanan Polandia yang paling penting dan paling diakui. Ini adalah pos terisolasi dengan hanya 182 tentara. Tugas mereka bertahan selama 12 jam, tetapi mereka berhasil bertahan selama tujuh hari melawan pasukan Jerman yang jumlahnya sangat besar,” kata Pawel Machcewicz, ahli sejarah Polandia.
Skowron menghadiri peringatan 70 tahun Perang Dunia II di Westerplatte. Dia dianugerahi Order Virtuti Militari, penghargaan militer tertinggi, atas jasa-jasanya.
Apakah dia merasa sebagai seorang pahlawan? ”Kita harus saling menolong. Saat teman saya berjuang, saya pun harus berjuang,” begitu jawab Skowron.
”Saya punya kenangan sedih. Kami tidak mengira bisa keluar dari sana hidup-hidup. Kami seperti burung di dalam sangkar,” kenangnya. (bbc/fro)

 Semoga Bermanfaat. .!!
 

Post by (abenk)
Reade more >>

Nazi Jerman di Indonesia

Nazi Jerman di Indonesia

BERKECAMUKNYA Perang Dunia II Teater Asia-Pasifik, yang terjadi di Indonesia, diwarnai kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai menyerahnya Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, 8 Maret tahun 1942, atau 64 tahun silam. Namun, kehadiran Nazi Jerman ke Indonesia seakan terlupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
 ships
Kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia, secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam (u-boat/u-boote) di Samudra Hindia, Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Malaka, pada kurun waktu tahun 1943-1945. Sebanyak 23 u-boat mondar-mandir di perairan Indonesia, Malaysia, dan Australia, dengan pangkalan bersama Jepang, di Jakarta, Sabang, dan Penang, yang diberangkatkan dari daerah pendudukan di Brest dan Bordeaux (Prancis) Januari-Juni 1943.
Beroperasinya sejumlah u-boat di kawasan Timur Jauh, merupakan perintah Fuehrer Adolf Hitler kepada Panglima Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine), Admiral Karl Doenitz. Tujuannya, membuka blokade lawan, juga membawa mesin presisi, mesin pesawat terbang, serta berbagai peralatan industri lainnya, yang dibutuhkan ”kawan sejawatnya”, Jepang yang sedang menduduki Indonesia dan Malaysia. Sepulangnya dari sana, berbagai kapal selam itu bertugas mengawal kapal yang membawa ”oleh-oleh” dari Indonesia dan Malaysia, hasil perkebunan berupa karet alam, kina, serat-seratan, dll., untuk keperluan industri perang Jerman di Eropa.
Pada awalnya, kapal selam Jerman yang ditugaskan ke Samudra Hindia dengan tujuan awal ke Penang berjumlah 15 buah, terdiri U-177, U-196, U-198, U-852, U-859, U-860, U-861, U-863, dan U-871 (semuanya dari Type IXD2), U-510, U-537, U-843 (Type IXC), U-1059 dan U-1062 (Type VIIF). Jumlahnya kemudian bertambah dengan kehadiran U-862 (Type IXD2), yang pindah pangkalan ke Jakarta.
Ini disusul U-195 (Type IXD1) dan U-219 (Type XB), yang mulai menggunakan Jakarta sebagai pangkalan pada Januari 1945. Sejak itu, berduyun-duyun kapal selam Jerman lainnya yang masih berpangkalan di Penang dan Sabang ikut pindah pangkalan ke Jakarta, sehingga Jepang kemudian memindahkan kapal selamnya ke Surabaya.
Adalah U-862 yang dikomandani Heinrich Timm, yang tercatat paling sukses beraksi di wilayah Indonesia. Berangkat dari Jakarta dan kemudian selamat pulang ke tempat asal, untuk menenggelamkan kapal Sekutu di Samudra Hindia, Laut Jawa, sampai Pantai Australia.
Nasib sial nyaris dialami U-862 saat bertugas di permukaan wilayah Samudra Hindia. Gara-gara melakukan manuver yang salah, kapal selam itu nyaris mengalami ”senjata makan tuan”, dari sebuah torpedo jenis homming akustik T5/G7 Zaunkving yang diluncurkannya. Untungnya, U-862 buru-buru menyelam secara darurat, sehingga torpedo itu kemudian meleset.
Usai Jerman menyerah kepada pasukan Sekutu, 6 Mei 1945, U-862 pindah pangkalan dari Jakarta ke Singapura. Pada Juli 1945, U-862 dihibahkan kepada AL Jepang, dan berganti kode menjadi I-502. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu, Agustus tahun yang sama. Riwayat U-862 berakhir 13 Februari 1946 karena dihancurkan pasukan Sekutu di Singapura. Para awak U-862 sendiri semuanya selamat dan kembali ke tanah air mereka beberapa tahun usai perang.
Dilindungi Pribumi
Usai Jerman menyerah kepada Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, berbagai kapal selam yang masih berfungsi, kemudian dihibahkan kepada AL Jepang untuk kemudian dipergunakan lagi, sampai akhirnya Jepang takluk pada 15 Agustus 1945 usai dibom nuklir oleh Amerika.
Setelah peristiwa itu, sejumlah tentara Jerman yang ada di Indonesia menjadi luntang-lantung tidak punya kerjaan. Orang-orang Jerman mengambil inisiatif agar dapat dikenali pejuang Indonesia dan tidak keliru disangka orang Belanda. Caranya, mereka membuat tanda atribut yang diambil dari seragamnya dengan menggunakan lambang Elang Negara Jerman pada bagian lengan baju mereka.
Para tentara Jerman yang tadinya berpangkalan di Jakarta dan Surabaya, pindah bermukim ke Perkebunan Cikopo, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Mereka semua kemudian menanggalkan seragam mereka dan hidup sebagai ”warga sipil” di sana.
Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka, mengisahkan, pada awal September 1945 sebuah Resimen Ghurka-Inggris di bawah komandan perwira asal Skotlandia datang ke Pulau Jawa. Mereka kaget menemukan tentara Jerman di Perkebunan Cikopo.
Sang komandan bertanya kepada Mayor Angkatan Laut Jerman, Burghagen yang menjadi kokolot di sana, untuk mencari tempat penampungan di Bogor.
Menggunakan 50 truk eks pasukan Jepang, orang-orang Jerman di Perkebunan Cikopo itu dipindahkan ke tempat penampungan di Bogor. Namun mereka harus kembali mengenakan seragam mereka, memegang senjata yang disediakan pasukan Inggris, untuk melindungi tempat penampungan yang semula ditempati orang-orang Belanda.
Saat itu, menurut dia, di tempat penampungan banyak orang Belanda yang mengeluh, karena mereka ”dijaga” oleh orang Jerman. ”Pada malam hari pertama menginap, langsung terjadi saling tembak namun tak ada korban. Ternyata, orang-orang Indonesia menyangka orang Jerman telah tertangkap oleh pasukan Sekutu, dan mereka berusaha membebaskan orang-orang Jerman itu,” kata Zahorka.
Setelah peristiwa itu, Inggris menyerahkan sekira 260 tentara Jerman kepada Belanda yang kemudian ditawan di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.
Tercatat pula, beberapa tentara Jerman melarikan diri dari Pulau Onrust, dengan berenang menyeberang ke pulau lain. Di antaranya, pilot pesawat angkatan laut bernama Werner dan sahabatnya Lvsche dari U-219.
Selama pelarian, mereka bergabung dengan pejuang kemerdekaan Indonesia di Pulau Jawa, bekerja sama melawan Belanda yang ingin kembali menjajah. Lvsche kemudian meninggal, konon akibat kecelakaan saat merakit pelontar api. 
Arca Domas, Kenangan Tentara Jerman di Indonesia
JIKA ditempuh dari jalan raya Cikopo Selatan, perlu waktu sekira setengah jam untuk sampai ke lokasi makam di Kampung Arca Domas, Desa Sukaresmi, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Akan tetapi, kendaraan harus “berjibaku” dulu menempuh jalan berbatu tanpa aspal dengan jurang di satu sisi.
MAKAM sepuluh orang angkatan laut Nazi Jerman, dua di antaranya awak kapal selam U-195 dan U-196, di Kampung Arca Domas Desa Sukaresmi Kab. Bogor, menjadi saksi bisu kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia pada Perang Dunia II. *KODAR SOLIHAT/”PR” Anehnya, tidak banyak warga setempat yang tahu keberadaan makam tentara Jerman tersebut. Mereka hanya tahu ada tempat pemakaman di ujung jalan. Padahal, di tempat terpencil itu terbaring jasad sepuluh tentara Angkatan Laut Nazi Jerman (Kriegsmarine) yang meninggal di Indonesia, sesaat setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Agustus 1945.
Luas areal pemakaman yang diteduhi pohon kamboja itu, kira-kira 300 meter persegi. Sekeliling makam ditumbuhi tanaman pagar setinggi satu meter. Pintu masuknya dihalangi pagar bambu. Dekat pintu masuk, berdiri tugu peringatan Deutscher Soldatenfriedhof yang dibangun Kedubes Republik Federal Jerman di Jakarta untuk menghormati prajurit Jerman yang gugur.
Mereka adalah Komandan U-195 Friederich Steinfeld dan awak U-195, Dr Heinz Haake. Lainnya adalah pelaut Jerman, Willi Petschow, W. Martens, Wilhelm Jens, Hermann Tangermann, Willi Schlummer, Schiffszimmermann (tukang kayu kapal laut) Eduard Onnen. Dua nisan terpisah adalah makam tentara tidak dikenal (Unbekannt).
Makam itu terletak di lahan Afdeling Cikopo Selatan II Perkebunan Gunung Mas. Dahulu, makam itu dirawat PT Perkebunan XII (kini PT Perkebunan Nusantara VIII) selaku pengelola Perkebunan Gunung Mas, namun sejak beberapa tahun terakhir perawatan makam dibiayai pemerintah Jerman. Lahan yang bersebelahan dengan makam tadinya areal tanaman teh dan kina. Akan tetapi, tanaman tersebut habis dijarah, beberapa tahun lalu.
Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka yang dihubungi “PR”, mengatakan, Letnan Friederich Steinfeld meninggal di Surabaya akibat disentri dan kurang gizi saat ditawan Sekutu. Keterangan ini diperoleh dari mantan awak U-195 yang bermukim di Austria, Peter Marl (82tahun) dan mantan awak U-195 lainnya, Martin Mueller yang datang ke makam tahun 1999.
Sedangkan Letnan Satu Laut Willi Schlummer dan Letnan Insinyur Wilhelm Jens, tewas dibunuh pejuang kemerdekaan Indonesia dalam Gedung Jerman di Bogor, 12 Oktober 1945. Kemungkinan, mereka disangka orang Belanda apalagi aksen bahasanya mirip.
Letnan Laut W. Martens terbunuh dalam perjalanan kereta api dari Jakarta ke Bogor. Kopral Satu Willi Petschow meninggal 29 September, karena sakit saat di Perkebunan Cikopo, serta Letnan Kapten Herman Tangermann meninggal karena kecelakaan pada 23 Agustus tahun yang sama.
“Kendati saat itu terjadi salah sasaran karena disangka orang Belanda, namun kemudian banyak orang Indonesia mengenali ternyata mereka orang Jerman. Ini kemudian menjadikan hubungan tersebut menjadi persaudaraan,” kata Zahorka, pensiunan direktur kehutanan Jerman, yang bermukim di Bogor dan menikahi wanita Indonesia.
Mengenai keberadaan dua arca di makam tersebut, Zahorka mengatakan, arca-arca itu sengaja disimpan sebagai penghormatan kepada budaya warga setempat.
Warga Kampung Arca Domas, Abah Sa’ad (76 th), seorang saksi hidup peristiwa penguburan tentara Jerman di kampungnya, Oktober 1945. Saat itu, usianya 15 tahun. Ia ingat, prosesi pemakaman dilakukan puluhan tentara Nazi Jerman secara kemiliteran. Peristiwa itu mengundang perhatian warga.
“Waktu itu, masyarakat tidak boleh men-dekat. Dari kejauhan, tampak empat peti mati diusung tentara Jerman, serta sebuah kendi yang katanya berisi abu jenazah. Tentara Jerman itu berpakaian putih, dengan dipimpin seorang yang tampaknya komandan mereka karena menggunakan topi pet,” tuturnya.
Sepengetahuan Abah Sa’ad, mulanya, makam tentara Jerman itu hanya ditandai nisan salib biasa, sampai kemudian ada yang memperbaiki makam itu seperti sekarang.
Keasrian dan kebersihan makam tersebut tidak lepas dari peran penunggu makam, Mak Emma (65) yang dibiayai Kedubes Jerman dua kali setahun. ” Biasanya, setiap tahun ada warga Jerman yang menjenguk makam pahlawan negaranya itu,” ujarnya.
Namun, dia kurang tahu sejarah makam itu karena baru diboyong suaminya (pensiunan karyawan Perkebunan Gunung Mas) 10 tahun lalu. Ia meneruskan pekerjaan suaminya (alm.) menjadi kuncen.
Jakarta Pernah Disinggahi Senjata Nuklir
U-195 dan U-219 Nyaris Ubah Sejarah
DARI berbagai kapal selam Jerman yang beraksi di Indonesia adalah U-195 dan U-219 yang bisa mengubah sejarah di Asia-Pasifik, jika Jerman dan Jepang tidak keburu kalah. Kedua kapal selam itu membawa uranium dan roket Nazi Jerman, V-2, dalam keadaan terpisah ke Jakarta, untuk dikembangkan pada projek senjata nuklir pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Toranouke Kawashima.
Ini merupakan langkah Jerman membantu Jepang, yang berlomba dengan Amerika Serikat dalam membuat senjata nuklir untuk memenangkan Perang Dunia II di Kawasan Asia-Pasifik. Rencananya, projek senjata nuklir Jepang untuk ditembakkan ke wilayah Amerika Serikat.
Kapal selam U-195 tiba di Jakarta pada 28 Desember 1944 dan U-219 pada 11 Desember 1944. Richard Besant dalam bukunya berjudul Stalin’s Silver dan Robert K Wilcox dalam Japan’s Secret War, hanya menyebutkan, kedua kapal selam itu membawa total 12 roket V-2 dan uranium ke Jakarta.
Namun, berbagai catatan tentang diangkutnya uranium dan roket V-2 untuk Jepang itu melalui Indonesia, hanya berhenti sampai ke Jakarta. Seiring menyerahnya Jerman kepada pasukan Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, keberadaannya tidak jelas lagi.
Sementara itu, projek senjata nuklir Jepang di Hungnam, bagian utara Korea, sudah menguji senjata nuklirnya sepekan lebih cepat dari Amerika Serikat. Namun Jepang kesulitan melanjutkan pengembangan, karena untuk material pendukung harus menunggu dari Jerman.
Kapal selam U-195 dan U-219 kemudian dihancurkan pasukan sekutu, saat keduanya sudah berpindah tangan ke Angkatan Laut Jepang. Sebagian awak U- 95 sendiri, ada yang kemudian meninggal dan dimakamkan di Indonesia.
Kapal U-195 (Type IXD1) dikomandani Friedrich Steinfeld, selama tugasnya sukses menenggelamkan dua kapal sekutu total bobot mati 14.391 GRT dan merusak sebuah kapal lainnya yang berbobot 6.797 GRT. Kapal selam itu kemudian dihibahkan ke AL Jepang di Jakarta pada Mei 1945 dan berubah menjadi I-506 pada 15 Juli 1945. Kapal ini kemudian dirampas Pasukan Sekutu di Surabaya pada Agustus 1945 lalu dihancurkan tahun 1947.
Sedangkan U-219 (Type XB) dikomandani Walter Burghagen, yang selama aksinya belum pernah menenggelamkan kapal musuh. Kapal selam ini kemudian dihibahkan ke AL Jepang di Jakarta, lalu pada 8 Mei 1945 berubah menjadi I-505. Usai Jepang menyerah Agustus 1945, I-505 dirampas Pasukan Sekutu lalu dihancurkan di Selat Sunda oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1948.
Kisah aksi tugas kapal selam Jerman selama perang Dunia II juga menjadi ilham dibuatnya film berjudul “Das-Boot,” yang dirilis di Jerman tahun 1981. Salah satu nara sumber autentik mengenai kehidupan para awak u-boat, adalah mantan perwira pertama dari U-219, Hans Joachim Krug, yang kemudian menjadi konsultan film itu.
Tak heran, pada film berdurasi 145 menit tersebut, para awak kapal selam Jerman tergambarkan secara autentik. Pergi berpenampilan rapi namun pulang dalam keadaan dekil, maklum saja karena berhari-hari bahkan berminggu-minggu di dalam air, mereka jarang mandi sehingga janggut, kumis, dan rambut pun cepat tumbuh.
U-234
Sementara itu, pada jalur pelayaran lain, U-234 yang juga dari Type XB berangkat menuju Jepang melalui Lautan Artik menjelang Mei 1945. Kapal selam itu juga mengangkut komponen roket V2 dan 500 kg uranium untuk projek nuklir pasukan Jepang, serta membawa pesawat tempur jet Me262.
Kapal U-234 membawa Jenderal Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), sejumlah rancangan senjata paling mutakhir Jerman saat itu, serta dua orang perwira Jepang. Selama perjalanan, sejumlah kapal perang dan pesawat Sekutu mencoba menenggelamkan U-234.
Usai Jerman menyerah, 8 Mei 1945, sejumlah awak U-234 memutuskan menyerah kepada pasukan Amerika Serikat. Dari sini cerita berkembang, pasukan Amerika mendapati kapal selam itu membawa uranium yang kemudian digunakan untuk projek Manhattan dalam produksi bom nuklir mereka.
Muncul kemudian spekulasi, bom nuklir yang berbahan uranium dari U-234 itu, kemudian digunakan Amerika untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada Agustus 1945.
Misteri Hilangnya U-196 di Laut Kidul
DARI sejumlah kapal selam Jerman yang beraksi di perairan Indonesia, adalah U-196 yang masih menyimpan misteri keberadaannya.
Sampai kini, nasib kapal selam Type IXD2 itu hanya dikabarkan hilang di Laut Kidul (sebutan lain untuk bagian selatan Samudra Hindia).
Berbagai catatan resmi u-boat di Jerman, U-196 dinyatakan hilang bersama seluruh 65 awaknya di lepas pantai Sukabumi sejak 1 Desember 1944. Sehari sebelumnya, kapal selam yang dikomandani Werner Striegler itu, diduga mengalami nasib nahas saat menyelam.
Kapal selam U-196 meninggalkan Jakarta pada 29 November 1944, namun kemudian tak diketahui lagi posisi terakhir mereka selepas melintas Selat Sunda. Pesan rutin terakhir kapal selam itu pada 30 November 1944 hanya “mengabarkan” terkena ledakan akibat membentur ranjau laut lalu tenggelam.
Namun dari ketidakjelasan nasib para awak U-196, ada satu nama yang dinyatakan meninggal di Indonesia. Ia adalah Letnan Dr. Heinz Haake yang makamnya ada di Kampung Arca Domas Bogor, bersama sembilan tentara Nazi Jerman lainnya.
Minim catatan mengapa jasad Haake dapat dimakamkan di sana, sedangkan rekan-rekannya yang lain tak jelas nasibnya. Hanya kabarnya, ia dimakamkan atas permintaan keluarganya.
Selama kariernya, U-196 pernah mencatat prestasi saat masih dipimpin komandan sebelumnya, Friedrich Kentrat. Kapal selam itu melakukan tugas patroli terlama di kedalaman laut selama 225 hari, mulai 13 Maret s.d. 23 Oktober 1943. Kapal tersebut menenggelamkan tiga kapal musuh dengan total bobot 17.739 GRT.
Posisi Friedrich Kentrat kemudian digantikan Werner Striegler (mantan komandan U-IT23) sejak 1 Oktober 1944, sampai kemudian U-196 mengalami musibah sebulan kemudian.
Kendati demikian, sebagian pihak masih berspekulasi atas tidak jelasnya nasib sebagian besar awak U-196. Walau secara umum mereka dinyatakan ikut hilang bersama kapal selam itu di Laut Kidul, namun ada yang menduga sebagian besar selamat.
Konon, kapal ini datang ke Amerika Selatan kemudian sebagian awaknya bermukim di Iqueque, Chile. Dari sini pun, tak jelas lagi apakah U-196 akhirnya benar-benar beristirahat di sana, apakah kemudian kapal selam itu ditenggelamkan atau dijual ke tukang loak sebagai besi tua, dll.
Seseorang yang mengirimkan e-mail dari Inggris, yang dikirimkan 14 Oktober 2004, masih mencari informasi yang jelas tentang keberadaan nasib awak U-196. Ia menduga, U-196 sebenarnya tidak mengalami kecelakaan terkena ranjau di sekitar Selat Sunda dan Laut Kidul, sedangkan para awaknya kemudian menetap di Cile.
Keyakinannya diperoleh setelah membaca sebuah surat kabar di Cile, sejumlah awak kapal selam Jerman telah berkumpul di Iqueque pada tahun 1945. Mereka tiba bersamaan dengan kapal penjelajah Almirante Latorre, yang mengawal mereka selama perjalanan dari Samudra Hindia. Di bawah perlindungan kapal penjelajah itu, kapal selam tersebut beberapa kali bersembunyi di perairan sejumlah pulau, sebelum akhirnya berlabuh di Pantai Selatan Cile.
Yang menimbulkan pertanyaan dirinya, mengapa setelah tiba di Cile, tak ada seorang pun awaknya pulang ke Jerman atau mencoba bergabung kembali dengan kesatuan mereka. Ini ditambah, minimnya kabar selama 50 tahun terakhir yang seolah-olah “menggelapkan” kejelasan nasib U-196, dibandingkan berbagai u-boat lainnya yang sama-sama beraksi di Indonesia.
Entahlah, kalau saja Dr. Heinz Haake masih hidup dan menjadi warga Negara Indonesia, mungkin ia dapat menceritakan peristiwa yang sebenarnya menimpa U-196.

 Semoga Bermanfaat. .!!


Post by (abenk)
Reade more >>

menggali Rahasia Nazi bunker Itu Lay Tersembunyi Untuk Lebih dari 50 Tahun

menggali Rahasia Nazi bunker Itu Lay Tersembunyi Untuk Lebih dari 50 Tahun
 

Tiga bunker Nazi di pantai telah ditemukan oleh badai kekerasan di lepas pantai Denmark, menyediakan toko bahan bagi penggemar sejarah dan arkeolog militer.
Bunker ditemukan di hampir kondisi yang sama seperti mereka pada hari itu tentara Nazi terakhir meninggalkan mereka, sampai ke tembakau di pipa satu polisi dan botol setengah jadi dari schnapps.
Bunker ini dimakamkan di bawah bukit pasir sampai badai dahsyat menyapu pasir tiga bulan lalu
Bunker belum tersentuh sejak perang
Bunker tiga dari 7.000 dibangun oleh Jerman sebagai bagian dari Hitler 'Tembok Atlantik' dari Norwegia di selatan Perancis.
Tetapi sementara sebagian besar hampir segera dijarah atau dihancurkan, ketiga yang dimakamkan di bawah bukit pasir pantai terpencil dekat kota Houvig sejak 1945.
Mereka menemukan hanya karena badai baru-baru ini mengirimkan gelombang raksasa Cascading atas mereka, menyapu pasir dan mengekspos sekilas dari semen dan struktur besi.
Kim Clausen, kurator museum Ringkoebing-Skjern memandang pemanas diambil dari bungker
Perangko dari Eagle Jerman Adolf Hitler dan Swastika itu juga diambil
Mereka terletak oleh dua sembilan tahun anak laki-laki berlibur dengan orang tua mereka, yang kemudian memberitahu pihak berwenang.
Arkeolog mampu memaksa hati-hati, dan merasa heran atas apa yang mereka temukan.
'Apa yang begitu fantastis adalah bahwa kita menemukan mereka benar-benar dilengkapi dengan tempat tidur,' kursi, meja, sistem komunikasi, dan barang pribadi para prajurit yang tinggal di dalam, "kata Jens Andersen, kurator museum Hanstholm.
Penemuan yang serba lengkap bunker adalah "unik di Eropa," kata Bent Anthonisen, pakar Denmark di bunker Eropa.
Ahli Tommy Cassoe: "Seolah-olah Nazi baru saja pergi kemarin '
Dan seorang ahli ketiga, Tommy Cassoe, antusias: "Rasanya seperti memasuki jantung piramida dengan mumi di sekelilingnya. Wat saya melihat mengejutkan saya: seolah-olah para tentara Jerman meninggalkan baru kemarin ".
Tim bekerja dengan Cassoe mengosongkan struktur dalam beberapa hari sepatu bot, pakaian dalam, kaus kaki, garis-garis militer, mustard dan botol Aquavit, buku, inkpots, perangko yang menampilkan Hitler, obat, botol soda, kunci, palu dan benda lainnya.
Semua objek dari tempat penampungan telah dibawa ke pusat konservasi di Oelgod museum, sekitar 20 mil dari pantai untuk diperiksa.

 
Kurator Jerman pusat itu, Gert Nebrich, menilai menemukan 'sangat menarik karena sangat langka. "
"Kami tidak mengharapkan objek kontemporer seperti ini begitu terjaga dengan baik. Mungkin karena mereka dipelihara selama 60 tahun dalam, dingin dan gelap seperti dalam ruang hampa besar "katanya, hati-hati menampilkan empat
perangko yang menampilkan gambar Hitler dan elang Jerman, ditemukan di salah satu bunker.
Jerman meninggalkan bunker Mei 1945 setelah penyerahan Nazi.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Gerhard Saalfed adalah seorang prajurit 17 tahun dengan tentara Jerman ketika ia tiba di bungker pada Januari 1945.
Jerman menyerah pada tanggal 8 Mei 1945, tetapi tidak sampai dua hari kemudian bahwa dia dan teman tentaranya meninggalkan stasiun terpencil mereka.
Mereka menutup pintu baja dari bunker di belakang mereka di pantai terpencil dan pergi ke kota terdekat sepuluh mil jauhnya untuk menyerah.
"Lokasi yang terpencil dari bunker dan pasir hanyut yang menutupi mereka menyelamatkan mereka dari yang dijarah," kata Cassoe.


Semoga Bermanfaat. .!!

 
Post by (abenk)
Reade more >>