Loading

I made this widget at MyFlashFetish.com.

English French German Spain Italian Dutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

     

Sabtu, 26 Mei 2012

Sistem komunikasi kelompok

—  Sistem komunikasi kelompok

 

—  Tidak setiap himpunan orang disebut kelompok. Orang-orang yang berkumpul di terminal bus, yang antri di depan loket bioskop, yang berbelanja di pasar, semuanya disebut agregat --- bukan kelompok;
—  Supaya agregat menjadi kelompok, diperlukan kesadaran anggota akan ikatan yang sama mempersatukan mereka;
—  Kelompok memiliki tujuan dan organisasi (tidak selalu formal) dan melibatkan interaksi antar anggota.
— Ciri kelompok dalam perspektif psikologi
—  Anggota kelompok terikat dengan kelompoknya, ada sense of belonging yang tidak dimiliki orang bukan anggota;
—  Nasib anggota kelompok saling bergantung, sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain (Baron dan Bryne, 1979)
— Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok
—  Keefektifan kelompok adalah: anggota-anggota kelompok bekerjasama untuk mencapai dua (2) tujuan: melaksanakan tugas kelompok dan memelihara model anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok disebut prestasi (performance); tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfaction). (Barnard, 1938: 55)
—  Faktor Situasional: Karakteristik kelompok
—  Ukuran kelompok
—  Jaringan kelompok
—  Kohesi kelompok
—  Kepemimpinan

—  Faktor Personal: Karakteristik anggota kelompok
—  Kebutuhan interpersonal
     Cragan & Wright menyebutkan dua dimensi interpersonal yang mempengaruhi keefektifan kelompok, yaitu kebutuhan interpersonal dan proses interpersonal, di samping perbedaan individu, proses interpersonal juga dipengaruhi oleh keterbukaan, percaya dan empati.
—  Seseorang memasuki kelompok karena didorong oleh Tiga (3) kebutuhan interpersonal, yaitu:
v  Inclusion (Ingin masuk, menjadi bagian dari kelompok);
v  Control (Ingin mengendalikan orang lain dalam suatu tatanan hirarki);
v  Affection (Ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok lain).

—  Klasifikasi kelompok dikotomi
—  Kelompok primer – kelompok sekunder
—  Ingroup – outgroup
—  Rujukan – keanggotaan
—  Deskriptif – Preskriptif
— Perbedaan Kelompok primer dan kelompok sekunder
—  Kelompok primer
-          Lebih akrab
-          Lebih personal
-          Lebih menyentuh hati dan tidak tergantikan
-          Contoh: keluarga, teman sepermainan, tetangga dekat
—  Kelompok sekunder
-          Tidak akrab
-          Tidak personal
-          Tidak menyentuh hati
-          Contoh: Ormas, fakultas, serikat buruh, dsb.
— Karakteristik komunikasi
pada kelompok primer dan kelompok sekunder
—  Kelompok primer
-          Kualitas komunikasi bersifat dangkal dan meluas
-          Lebih personal
-          Lebih kepada aspek hubungan dibanding isi
-          Ekspresif dan informal
—  Kelompok sekunder
-          Komunikasi bersifat dangkal dan terbatas
-          Lebih impersonal
-          Lebih kepada aspek isi dibanding hubungan
-          Instrumental dan resmi
—  Ingroup dan Outgroup
—  In Group
—  Kelompok kita, orang dalam kita
—  In group dapat bersifat primer (keluarga) dan sekunder (Fakultas)
—  Perasaan diungkapkan dengan kesetiaan, solidaritas, kesenangan, dan kerjasama, menimbulkan semangat ‘kekitaan’
—  Out Group
—  Kelompok mereka, orang luar kita.
—  Tidak terikat
—  Tanpa ikatan emosioal yang kuat, bertemu hanya seperlunya berdasarkan kepentingan saat itu saja


Semoga Bermanfaat. .!!
 
 data lengkap :
Clik to download file (Power Point)

 

Post by (abenk)

0 komentar:

Posting Komentar